Ragam Jenis Bahan Sarang Untuk Burung Kenari Dalam Proses Budidaya

Viewer:26937

Dalam proses budidaya (beternak) burung kenari banyak sekali hal unik yang bisa kita jumpai, salah satunya adalah proses pembuatan sarang yang dilakukan oleh induk betina, terkadang dibantu juga oleh indukan jantan. Umumnya proses pembuatan sarang ini terjadi ketika sang indukan betina sudah merasa siap untuk dikawinkan dan mau akan bertelur.

Proses Pembuatan Sarang
Proses Pembuatan Sarang

Pemilihan bahan sarang tentu menjadi faktor penting juga dalam kaitannya dengan proses umum budidaya burung kenari, karena semakin nyamannya bahan sarang tersebut artinya semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dalam proses budidaya ini. Baca juga: Kenali Lebih Dekat 6 Proses Berkembang Biak Burung Kenari

Berikut akan kami tampilkan beberapa bahan sarang utama (yang sudah biasa digunakan oleh para peternak Indonesia) dan alternatif lainnya (yang juga dipakai oleh peternak luar negeri):

1. Serat Nanas

Bahan Sarang Burung Kenari - Serat Nanas
Bahan Sarang – Serat Nanas

Serat nanas menjadi salah satu bahan sarang yang paling sering digunakan oleh peternak di Indonesia, selain harganya yang relatif terjangkau, bahan ini juga sangat mudah ditemukan di beberapa kios di pasar burung yang memang sengaja menjualnya. Selain itu bahan serat nanas ini terasa lebih lembut dan empuk.

Tips:

  • Pilihlah serat nanas dengan serat yang tidak terlalu kasar dan tidak terlalu halus juga, selain itu pilih dengan kondisi yang bersih serta dengan warna yang tidak kusam (seperti sudah lama disimpan) biasanya dengan warna putih agak sedikit kecoklatan/kuning,
  • Sebelum digunakan, sebaiknya bahan serat nanas ini bisa dicuci dahulu lalu dijemur sampai kering, karena biasanya jika bahan sudah agak lama disimpan terkadang sering kita temukan banyak serangga seperti semut, kutu dan hewan kecil lainnya yang juga membuat sarang di sana.

2. Serat (sabut) Kelapa

Bahan Sarang Burung Kenari - Serat Sabut Buah Kelapa
Bahan Sarang – Serat Sabut Buah Kelapa

Bahan yang satu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan serat nanas, hanya saja teksturnya agak sedikit lebih kasar, tapi ini tergantung dari proses pembuatan seratnya juga. Terkadang kita juga sering menemukan di beberapa kios di pasar burung yang menyediakan bahan jenis ini.

Ada juga yang sudah diproses menjadi sarang, jadi tinggal menaruhnya saja di kotak sarang, indukan tinggal memproses lebih lanjut biasanya dengan menambahi sobekan koran ataupun bahan lain seperti kapas atau tissue di dasar sarang tersebut.

3. Serat Goni (Biasanya diambil dari bekas rajutan karung goni)

Bahan Sarang Burung Kenari - Serat Goni atau Rami
Bahan Sarang – Serat Goni atau Rami

Untuk jenis bahan yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi dan juga sudah banyak digunakan di kalangan para peternak Indonesia. Di luar negeri pun bahan ini menjadi favorit para peternak di sana. Ya, serat goni namanya ! Biasanya bisa kita dapatkan dari karung goni bekas untuk menyimpan beras ataupun jagung. 

Caranya:

Karung goni terlebih dahulu dicuci lalu dijemur hingga kering. Setelah itu bisa anda potong bagian pengikatnya lalu anda buka rajutan karung tersebut satu persatu sehingga menjadi untaian tali. Jika sudah terbuka semua lalu bisa anda potong – potong (gunting) sesuai dengan keperluan. 

4. Daun Cemara Kering

Bahan Sarang Burung Kenari - Daun Cemara Kering
Bahan Sarang – Daun Cemara Kering

Daun cemara kering mejadi salah satu alternatif sebagai bahan sarang untuk burung kenari, hanya saja teksturnya agak sedikit keras walaupun cukup lentur (tidak seperti serat nanas, serat kelapa ataupun serat goni tadi).

Bahan ini sungguh mudah ditemukan dan pastinya ekonomis, anda bisa menemukannya di area pegunungan ataupun di pinggir jalan yang tumbuh pohon cemaranya. Jenis daun cemara yang biasa digunakan untuk bahan sarang ini adalah Daun Cemara Rambut.

5. Serat Kapas

Bahan Sarang Burung Kenari - Serat Kapas
Bahan Sarang – Serat Kapas

Jika di alam liar, beberapa jenis burung sejenis finch mereka bisa memanfaatkan secara langsung bahan sarang yang bisa mereka dapatkan di pohon kapas. Biasanya kapas sebelum diproses masih ada serat – serat kasarnya, nah serat ini lah yang menjadi bahan sarang pilihannya, selain empuk tentunya juga lebih hangat.

Tapi, jika bukan di alam liar khususnya di dalam penangkaran, bahan kapas hanya dijadikan sebagai bahan tambahan saja, biasanya indukan betina menaruh kapas tersebut bagian dasar sarang yang sebelumnya dibuat dari serat nanas ataupun serat goni.

6. Rumput Kering

Bahan Sarang Burung Kenari - Rumput Kering
Bahan Sarang – Rumput Kering

Sama halnya seperti daun cemara kering, bahan yang satu ini juga sangat mudah kita temukan. Bisa menjadi alternatif buat anda yang ingin mencoba menggunakan bahan rumput kering untuk dijadikan bahan sarang buat kenarinya. 

7. Serat Rambut / Bulu Hewan (Biasanya dari Kuda, Sapi atau Domba)

Bahan Sarang - Serat sisa rambut atau bulu hewan
Bahan Sarang – Serat sisa rambut atau bulu hewan

Bahan yang satu ini dari serat rambut ataupun bulu hewan tentunya masih sangat asing bagi kita peternak di Indonesia, selain agak sulit mendapatkannya, bahan ini juga jarang dijual (atau mungkin) belum ada yang menjualnya. Biasanya bahan ini diproses dari sisa pemotongan rambut ataupun bulu dari Kuda, Sapi ataupun domba. 

Nah, para peternak di luar negeri sana sudah lama menggunakan jenis bahan ini, selain lebih lembut bahan ini juga memiliki serat yang halus seperti benang, lebih empuk dan lebih hangat.

8. Perpaduan antara Serat Goni dan Rambut Hewan 

Bahan Sarang - Perpaduan antara goni dan rambut hewan
Bahan Sarang – Perpaduan antara goni dan rambut hewan

Bahan ini pun bisa menjadi alternatif untuk kenari anda, hampir sama dengan penjelasan no. 7 tadi, hanya saja bahan ini dicampur (mix) antara serat goni dengan serat rambut atau bulu hewan. 

Baca juga: Inspirasi Penangkaran: 10 Model Ruang Ternak “Breeding Room” Burung Kenari

Semoga bermanfaat. (*Sekar Kencana Media)

Related Post