Penangkaran Om Herno “Nanino Canary”: Sukses Berkembang Dengan Produk Pakan SKC JGJ BF

Viewer:3779

Beternak Burung Kenari memang sudah menjadi trend tersendiri beberapa tahun belakangan ini, khususnya setelah tahun 2011 ke atas. Hampir semua lapisan masyarakat mulai mencoba untuk menangkarkan, baik dari anak muda, ibu-ibu rumah tangga, bahkan tidak sedikit pensiunan pegawai memilih budidaya burung kenari untuk mengisi kegiatan di masa tua mereka.

Namun seperti yang kita ketahui bersama, beternak burung kenari tak semudah ucapan kosong belaka, tapi membutuhkan ketelatenan dalam pemeliharaanya. Lantas bagaimanakah perawatan hariannya bagi yang sehari-harinya ditinggal kerja, termasuk Om Herno owner Nanino Canary Farm ? Berikut liputannya…

Anakan Kenari Om Nanino Canary
Hasil anakan penangkaran Om Herno “Nanino Canary”

Di tengah rutinitas yang cukup padat sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta, Om Herno yang berdomisili di Sidomoyo, Godean, Sleman – Yogyakarta ini masih dapat menjalankan hobinya yaitu beternak burung kenari. “Alasan saya memilih burung kenari untuk diternak selain memang suka dengan burung kenari dan dalam pemeliharaannya burung jenis ini tidak memerlukan tempat yang luas serta mudah dalam perawatan hariannya,” kata Om Herno.

Perjalanan awal Om Herno dimulai pada tahun 2011, pada waktu tersebut sedang boomingnya Burung Pleci, lalu beliau tertarik untuk mencoba memeliharanya. Sekitar bulan Oktober (2011), Om Herno mulai mencari calon rawatannya tersebut, datanglah beliau ke pasar burung yang ada di Yogyakarta & akhirnya membeli salah satu Burung Pleci. Setelah sampai di rumah, Om Herno kepikiran untuk mencoba memasteri Burung Plecinya dengan suara burung kenari. 

“Waktu  itu ada artikel yang menyarankan bahwa burung pleci dapat dimasteri dengan suara kenari. Saya coba terapkan, kemudian saya mencari suara burung kenari di internet. Saya download lalu saya putar ternyata suara burung kenari memang enak didengar,” tutur Om Herno.

Nah, dari awal mula mencoba untuk memasteri burung pleci dengan suara burung kenari, ternyata membuat ketertarikan sendiri buat Om Herno terhadap burung kenari, yang pada awalnya sama sekali tidak mengetahui seperti apa wujudnya dan perawatan hariannya. Karena penasaran, Om Herno langsung saja mencari informasi seputar beternak burung kenari di internet.

“Dari sana saya memulai mencari artikel-artikel di internet tentang burung kenari. Ternyata burung kenari itu bisa untuk dibudidayakan dan tidak memerlukan ruang ternak yang besar,” tandas Om Herno. Baca juga: 6 Rencana Penting Sebelum Memutuskan Beternak Burung Kenari

Anakan burung kenari yang baru menetas
Anakan burung kenari yang baru menetas

Namun untuk memulai beternak, Om Herno ternyata butuh waktu panjang, karena hampir 1 tahun beliau terus mencari informasi agar apa yang akan dijalankan nanti tidak putus di tengah jalan. Sekitar bulan Oktober 2012 Om Herno memutuskan membeli 1 ekor pejantan kenari yang sudah gacor dengan tujuan untuk masteran burung pleci. Dan tak lama setelah itu Om Herno membeli 2 ekor piyik kenari berjenis kelamin betina.

“Saya lebih menikmati memelihara burung kenari ini dari piyik (anakan), karena saya nanti akan lebih tahu proses perkembanganya seperti apa, karakternya gimana, mulai dari usia 2 bulan sampai ke usia siap untuk bertelur,” cetus Om Herno.

Salah satu calon indukan di Nanino Canary Farm
Salah satu calon indukan di Nanino Canary Farm

Setelah menunggu cukup lama (7-8 bulan), pada akhirnya burung kenari yang dirawat Om Herno dari anakan tadi bertelur dan tak tanggung-tanggung langsung menetaskan 3 anakan sampai besar. Tentu kejadian ini membuat Om Herno senang bukan kepalang, pucuk di cinta ulam pun tiba, jerih payah penantian panjang akhirnya kesampaian juga. Tak lama kemudian Om Herno memutuskan untuk menambah beberapa ekor indukan lagi, beberapanya dari jenis F1Ys x AF, F1Ys xAF  dan F1Ys.

Saat ini Nanino Canary milik Om Herno telah ada 6 ekor betina indukan dan 2 ekor pejantan. Untuk setiap periode produksi rata-rata mampu menghasilkan belasan ekor anakan burung kenari. Untuk soal harga anakan kenari, Om Herno mengatakan untuk jenis silangan AF X AF dikisaran Rp. 150.000 – 300.000, lalu AF X F1Ys = Rp. 400.000- 700.000. Untuk pembeli rata-rata dari luar kota Yogyakarta, tapi kadang ada juga pembeli dari dalam kota sendiri.

Indukan Kenari Nanino Canary milik Om Herno
Indukan Kenari Nanino Canary milik Om Herno

Dikarenakan sudah mulai ada perkembangan pesat dan sudah ada beberapa pelanggan utama, maka Om Herno memberikan indentitas Ring pada setiap anakan hasil penangkarannya. Ring “NINO” dengan nomor urut 1 – 50, lalu untuk nomor urut di atas 50 memakai  ring dengan kode “NANINO”. Menurut Om Herona hal ini dilakukan agar para pembeli bisa dengan mudah mengecek silsilah anakan kenari tersebut, selain itu juga menjadi indentitas penangkaran.

Baca juga: Indentitas Ring SKC JGJ BF.

Berikut ini adalah tips perawatan beternak burung kenari dari Om Herno “Nanino Canary” yang notabene masih menjadi seorang Pegawai:

1. PERAWATAN SELAMA MASA KERJA (Senin – Jumat)

Dengan jumlah indukan betina sekitar 6 ekor & dengan 2 ekor pejantan dan ditambah dengan beberapa ekor anakan kenari yang telah dipanen, Om Herona setidaknya membutuhkan waktu merawat -/+ 1.5 – 2 jam setiap pagi. Waktu perawatan dibagi menjadi 2 shift:

  • Setelah sholat Subuh: Ganti alas koran/kotoran, ganti pakan, mengecek anakan yang mulai menetas & proses meloloh (tidak lupa memberikan jagung muda, sayur & telur puyuh untuk bahan meloloh indukan), bersihkan ruang ternak dari sisa bijian pakan, bulu dll. Untuk penjemuran sendiri dilakukan hanya sebentar saja pas matahari baru muncul, setelah itu dikembalikan kembali ke ruangan ternak.
  • Sore setelah pulang kerja atau malam hari: Waktu ini hanya untuk mengganti sisa pakan tambahan berupa jagung muda, sayur dan telur puyuh untuk indukan yang sedang dalam proses meloloh. Karena tentu pakan (jagung muda, sayur dan telur puyuh) yang sejak pagi diberikan sudah kering/basi/berbau tidak enak. Dan tidak lupa untuk kembali membersihkan ruangan ternak tersebut.

2. PERAWATAN SELAMA MASA LIBUR (Sabtu – Minggu)

Pada hari libur ini ternyata Om Herno membutuhkan waktu -/+ 4 jam untuk merawat semua materi penangkarannya. Dimulai dari jam 6 pagi dengan aktivitas seperti biasanya (ganti koran, ganti pakan dll), setelah itu dijemur sampai jam 9 pagi. Selain itu pada hari libur seperti ini Om Herno juga punya waktu untuk mencuci sangkar, menyiapakan tempat bertelur serta mencuci tempat pakan.

3. KUALITAS PAKAN ITU PENTING

Untuk menunjang kelancaran produksinya walau dengan minimnya perawatan harian dikarenakan masih menjadi seorang pegawai pergi pagi pulang sore, Om Herno tetap memperhatikan kualitas pakan yang akan diberikan kepada semua materi rawatannya.

“Saya memilih pakan Spesial Budidaya karena memang dapat mengoptimalkan produksi dan menjaga indukan selalu fit dalam masa kawin, pengeraman, serta meloloh anakan, karena kandungan vitaminnya komplit. Produksi jauh lebih lancar, untuk hasil anakan juga bongsor-bongsor,” tutup Om Herno.

Om Herno "Nanino Canary", sukses berkembang dengan Pakan Spesial Budidaya & Spesial Gacor
Om Herno “Nanino Canary”, sukses berkembang dengan Pakan Spesial Budidaya & Spesial Gacor

Selain itu, Om Herno juga memberikan pakan Spesial Gacor untuk anakan kenari jantannya. Salah satu anakan kenari Om Herno yang baru menginjak usia 5 bulan ini sudah gacor karena telah sejak dini diberikan pakan Spesial Gacor. Anakan kenari ini juga ditempel isian suara Blackthroat, berikut videonya:

Om Herno “Nanino Canary”

Sidomoyo, Godean, Sleman – Yogyakarta

FB: Nanino Canary

 

Semoga bermanfaat… (*Sekar Kencana Media)

Related Post