Kenali Lebih Dekat 6 Proses Berkembang Biak Burung Kenari

Viewer:33981

Berkembang biak dan proses pembesaran anakan Burung Kenari sampai bisa dipanen bukanlah suatu proses yang sederhana, ada beberapa fase atau perjalanan untuk sampai kesana. Dalam proses ini terkadang tidak banyak peternak yang menikmatinya apalagi buat peternak pemula yang hanya mengetahui garis besarnya saja “yang penting” panen dan jadi duit. Baca juga: 6 Rencana Penting Sebelum Memutuskan Beternak Burung Kenari

Pemasangan Ring Anakan Burung Kenari
Anakan Burung Kenari setelah proses pemasangan Ring

Beternak tentu harus pakai hati, tidak serta merta orientasinya hanya tertuju pada hasil berupa uang/duit. Selain itu juga perlu perhatian khusus, perlu pengetahuan dan yang pasti anda harus jatuh cinta dahulu kepada burung mungil nan cantik serta dengan kicauan yang merdu ini. Karena hanya dengan menyediakan kondisi ideal dan bisa menjaga lingkungan yang sehat maka Burung Kenari akan bisa berkembang dengan baik.

Kami ajak anda mengenali hal dasar dalam proses perkembangbiakan Burung Kenari dan telah kami rangkum dalam 6 point utama:

1. PENJODOHAN

Penjodohan Kenari Indukan Jantan dan Betina
Penjodohan Kenari Indukan Jantan dan Betina

Dalam proses penjodohan sangat dibutuhkan proses kesabaran yang sangat luar biasa. Terkadang ada beberapa kasus walau usia sudah ideal (biasanya kenari betina) untuk diternakkan justru belum menunjukkan ciri-ciri akan siap dikawinkan. Namun secara umumnya sepasang kenari siap berjodoh ketika sudah memasuki usia 7/8 bulan ke atas. Ketika sudah berjodoh dan sudah merasa siap, maka proses perkawinan pun akan terjadi.

Ciri-ciri sepasang kenari sudah siap untuk dikawinkan/dijodohkan:

  • Kenari Betina: Biasanya akan sangat terlihat sibuk sekali dengan mulai menyobeki koran, merusak/membongkar jerami di dalam sarang, setelah itu mulai membuat sarang (bunderi) dan terakhir ketika mendengar suara Kenari Jantan berkicau maka si betina akan terlihat “ngeper” (agak sedikit membungkuk, menurunkan posisi sayap dan menaikan ekor) untuk dikawinkan.
  • Kenari Jantan: Umumnya sangat rajin berkicau atau istilah lainnya gacor. Apalagi ketika mendengar suara si betina dan melihat ada kenari betina didekatnya, kenari jantan akan berkicau sambil ngejar dan ngeruji mau mengawinkan. 

2. BERTELUR

Telur Burung Kenari
Telur Burung Kenari

Setelah mengalami proses perkawinan biasanya selama 3-4 hari, maka kenari betina akan bertelur sebanyak 3 sampai 4 butir telur, tapi ada juga yang sampai 5 dan 6 butir. Banyaknya jumlah telur yang dikeluarkan akan sangat tergantung dari kualitas dan gizi pakan yang diberikan.

Karena hanya dengan pakan yang berkualitas serta dengan gizi yang cukup maka kesehatan sel telur dan sel sperma sepasang indukan Kenari akan selalu terjaga. Kami merekomendasikan anda menggunakan Pakan SPESIAL BUDIDAYA untuk proses perkembangbiakan ini.

3. PENGERAMAN

Indukan Betina sedang mengeram telur
Indukan Betina sedang mengeram telur

Setelah kenari betina selesai bertelur, selanjutkan akan menuju ke proses pengeraman. Dalam bagian ini kadang ada kenari betina yang langsung mengerami telurnya walau baru  bertelur 1 atau 2 butir, namun ada juga kenari betina yang baru mengeram setelah semua telurnya keluar 3 atau 4 butir. Lama masa pengeraman untuk burung kenari adalah 14 hari atau 2 minggu sejak telur pertama keluar.

4. PENETASAN

Anakan Kenari usia 1-2 hari setelah menetas
Anakan Kenari usia 1-2 hari setelah menetas

Setelah proses pengeraman selama 14 hari atau 2 minggu lamanya, maka satu persatu telur akan menetas. Umumnya akan dimulai dari telur yang pertama keluar, lalu telur kedua dstnya. 

5. MELOLOH dan MASA PERTUMBUHAN

Proses pertumbuhan anakan Burung Kenari
Proses pertumbuhan anakan Burung Kenari

Setelah menetas indukan kenari betina akan meloloh (menyuapi) satu persatu anakannya dan proses meloloh ini lamanya sekitar 21 – 28 hari. Nah, cepat atau lambatnya akan tergantung dari kesiapan anakan itu sendiri dan teknik merawatnya. Ada baiknya ketika anakan sudah mulai bulu jarum (6-7 hari) sudah diajari berjemur dengan durasi yang menyesuaikan usianya.

Misal untuk pertama kali cukup 5 menit saja saja itupun ketika sinar matahari yang baru mulai naik sekitar jam 6.30 – 7.00 wib. Ketika usia sudah 10-12 harian durasi penjemuran bisa 10 – 15 menit. Biasanya ketika usia 14 – 16 hari anakan kenari akan mulai nangkring di bibir sarang, dan selanjutnya akan mulai belajar nangkring di tangkringan.

Semakin cepat anakan keluar sarang, maka proses belajar makan sendiri akan semakin cepat pula, dan tentunya proses panen akan lebih cepat.

6. PANEN (Penyapihan)

Anakan Burung Kenari yang sudah dipanen
Anakan Burung Kenari yang sudah dipanen #Ring SKC JGJ BF

Ketika anakan sudah mulai terlihat belajar mematuk pakan berupa telur puyuh, jagung muda yang dicacah bagian kulit luarnya atau sayuran, maka sebelum dipanen pastikan terlebih dahulu pakan tersebut ditelan bukan cuma sekedar dipatuk saja. Proses ini biasanya ketika usia anakan sekitar 19 – 22 hari.

Caranya: Setelah anakan mematuk-matuk (misal) telur puyuh, anda ambil lalu lihat bagian temboloknya (di dekat leher), jika terisi semacam kuning telur maka sudah bisa dipastikan si anakan sudah bisa makan sendiri.

Nah, ketika anda sudah yakin si anakan sudah mulai bisa makan sendiri, maka sebaiknya anakan sudah bisa anda panen dan dipisah dari indukannya (usia 23 – 28 hari). Terkadang memang masih ada anakan yang memanggil indukan untuk minta loloh, hal ini karena belum adaptasi saja lama-lama anakan kenari akan terbiasa mandiri.

Setelah anda panen, berikan pakan tambahan awal berupa telur puyuh rebus, jagung muda yang bagian kulit luarnya dicacah dahulu (agar lebih mudah dimakan) dan sayur (bisa sawi ijo/bakso). Serta jangan lupa tetap didampingi dengan pakan bijiannya, karena tidak lama setelah lancar makan telur puyuh rebus dkk tadi si anakan akan mulai belajar makan pakan bijian.

Kami rekomendasikan anda menggunakan Pakan SPESIAL GACOR untuk anakan kenari jantan yang anda simpan, baik itu disimpan menjadi Calon Pejantan ataupun Calon Jawara dikemudian hari. 

Semoga bermanfaat… (*Sekar Kencana Media)

Related Post