Belajar Beternak Blackthroat (BT) Bersama Om Priya BONSAI BF #1

Viewer:45977

Masih ingat dengan Om Priya Uthama atau lebih akrab di panggil Om Uut pemilik BONSAI BF yang profilnya pernah kami muat di edisi sebelumnya di sini: Profil BONSAI BF: Penangkaran Blackthroat (BT) milik Om Priya Uthama ? Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memuat artikel tentang Belajar Beternak Blackthroat (BT) Bersama Om Priya BONSAI BF #1.

Anakan BT
Salah satu anakan BT di BONSAI FB milik Om Priya

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa kegiatan beternak sangat banyak manfaatnya apalagi buat mereka yang memang hobi, selain bisa menghilangkan stres karena sibuknya bekerja tentu beternak juga bisa mendatangkan rejeki tambahan dari hasil penjualan anakan. Seperti yang dilakukan oleh Om Priya ini yaitu beternak Blackhtroat (BT) sudah mulai dilakoninya sejak Agustus 2014 kemarin.

Kini Om Priya akan berbagi ilmu dan pengalamannya kepada kita semua seputar beternak BT buat pemula dimulai dari persiapannya, perlengkapannya serta proses ternaknya, mari simak bersama:

I. PERSIAPAN

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anda baru memulai beternak Blackthroat, beberapa hal berikut penting anda ketahui terlebih dahulu:

a. Membaca Literatur

Bagi yang belum memiliki pengalaman ternak jenis burung apapun ada baiknya kita mengumpulkan informasi terlebih dahulu melalui buku /makalah/ internet tentang cara perawatan, penyakit yang dapat menyerang peliharaan, hingga pengobatan. Anda juga bisa memanfaatkan Forum Online untuk bertanya karena akan lebih interaktif dan kita akan mendapat banyak informasi.

b. Persiapan Sangkar & Ruangan Ternak

Hal selanjutnya adalah mempersiapkan sangkar ternak serta jangan lupa mempersiapkan ruangan atau lokasi beternaknya, karena penempatan kandang yang tepat  akan menjadi faktor kunci keberhasilan kita beternak.

Perlengkapan lainnya adalah:

Perlengkapan Beternak BT
Perlengkapan Beternak BT

Tambahan: Untuk jenis BT sebaiknya kandang ternak ditempatkan pada tempat yang tidak banyak gangguan (terlalu ramai lalu lalang orang, hewan predator), agar indukan tidak merasa terganggu dalam proses pengeraman nanti.

c. Memulai Hunting Materi Ternak

Menurut Om Priya ada pemikiran diantara kalangan peternak BT, yaitu “Produk Lokal lebih baik dari pada produk Import”. Karena BT hasil penangkaran di Indonesia (BT Lokal) sudah terbiasa dengan iklim Indonesia dan lebih jinak. Tapi bukan berarti BT Import tidak bisa di ternak, toh munculnya BT Lokal adalah ternakan yang dulunya berasal dari BT Import.

Sepasang Indukan BT sedang membuat sarang
Sepasang Indukan BT sedang membuat sarang

Saran dari Om Priya buat para pemula ketika memulai ternak BT sebaiknya menggunakan BT lokal yang cukup umur, walaupun harganya sedikit di atas BT Import.

II. MEMULAI TERNAK

a. Penjodohan

Jika materi ternak sudah terkumpul, pejantan dan betina sudah dapat mulai dikenalkan dengan menggantung berdampingan atau dapat menggunakan kandang penjodohan yang memiliki sekat. Perhatikan tingkah laku dari kedua burung tersebut. Jika jantan sudah mulai gacor nyerang (ditandai dengan bunyi sambil mengarah ke betina) itu menandakan sang jantan sudah siap secara sexual untuk kawin.

Bisa juga ditandai dengan perilaku BT mencabut bulu dada sendiri (baik jantan maupun betina) pencabutan bulu dada pada BT menandakan burung tersebut birahi dan fenomena mencabut bulu ini juga digunakan untuk bahan sarang. Kadang pencabutan bulu dada ini bisa terlihat extrim hingga bulu bagian dada menjadi botak.

b. Membuat sarang dan proses kawin

Kita lanjutkan aktivitas dengan asumsi burung kita sudah berjodoh. Masukan sarang dan bahan-bahan untuk membuat sarang didalamnya. Untuk BT  biasanya yang akan aktif menyusun sarang adalah burung jantan. Burung betina hanya sesekali saja ikut membantu menyusun sarang.

Sampai aktivitas ini jangan lupa untuk tetap menjalani aktivitas rutin merawat burung seperti penjemuran, membersihkan kandang, pemberian pakan yang berkualitas agar burung tetap Vit.

Sepasang Indukan BT sedang membuat sarang
Proses penjodohan sukses

Metode kawin dalam beternak BT juga bisa menggunakan sistem kawin cabut yang juga sering dilakukan pada kenari. Namun ada 1 hal penting yang harus diperhatikan: Walaupun jantan pernah berjodoh dengan betina yang sebelumnya, jika nanti akan dikawinkan kembali (setelah sebelumnya dipisah) maka akan memerlukan waktu untuk menjodohkan kembali. Hindari menyatukan secara langsung karena mereka butuh waktu untuk beradaptasi.

III. PENGERAMAN

Bagian ini menjadi tahap yang krusial bagi para breeder, kecemasan & harapan melanda apakah telur yang dihasilkan vertil atau invertil. Pemilihan model sarang yang saya jelaskan diatas menjadi penting, karena model sarang menentukan kenyamanan si betina saat mengeram telur.

Telur BT
Telur BT

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan ini:

  • Perhatikan perilaku pejantan ketika betina sudah mulai mengerami telur. Jika pejantan terlihat masih birahi (biasanya ditandai dengan jantan menarik-narik bahan sarang ketika indukan betina mengerami ) sebaiknya pada hari ke 5 sejak indukan betina mengeluarkan telur pertamanya, pisahkan pejantan agar tidak mengganggu betina selama mengeram,
  • Pembersihan kandang tetap dilakukan untuk menjaga sanitasi dan kesehatan burung. Lakukan dengan perlahan saja agar tidak terlalu menimbulkan kegaduhan/kebisingan,
  • Buat catatan kecil (NOTE), catat hari ketika indukan betina mulai mengeluarkan telur, sehingga kita thau kapan hari perkiraan menetas, waktu pengeraman -/+ 14 hari,
  • Anda juga bisa melakukan pengecekan telur pada hari pengeraman ke 7. Kegiatan penerawangan telur ini dilakukan untuk melihat apakah telur vertil (isi) atau invertil (kosong). Telur yang baik biasanya akan terlihat gelap dan terlihat syaraf seperti urat berwarna merah melintang di sisi dalam telur. Jika telur kosong kita dapat membuang telur tersebut dan menyiapkan indukan untuk dijodohkan kembali.
Indukan Betina BT lagi angkrem
Indukan Betina BT lagi angkrem

Namun anda harus sedikit hati-hati terhadap aktivitas ini (penerawangan telur) karena hasil observasi yang dilakukan oleh Om Priya, BT tidak seperti burung kenari yang bisa dikatakan tidak terlalu sensitif terhadap gangguan selama pengeraman. Sebaliknya indukan BT (terutama indukan yang baru pertama mengerami) agak lebih sensitif, bisa saja indukan BT tidak mau mengerami lagi setelah sarangnya diganggu.

Bersambung…

Galeri Foto:

Anakan BT yang baru menetas
Anakan BT yang baru menetas

Anakan BT BONSAI BF yang sudah dipanen dan siap dijual
Anakan BT BONSAI BF yang sudah dipanen dan siap dijual

Buat rekan-rekan yang ingin bertukar fikiran atau ilmu seputar beternak ataupun mungkin ingin membeli anakan BT dari Farm BONSAI BF ini bisa kontak langsung dengan Om Priya Uthama (Uut) di:

Om Priya Uthama (Uut) owner Bonsai BF
Om Priya Uthama (Uut) owner Bonsai BF

=== FB: Priya Uthama | Phone: 0856.9399.6333 ===

Bintaro – Tangerang Selatan

(*Semoga Bermanfaat…)

Related Post