6 Rencana Penting Sebelum Memutuskan Beternak Burung Kenari

Viewer:4602

Beternak burung kenari merupakan salah satu kegiatan yang tentunya sangat positif, selain bisa menghilangkan stress karena kepenatan sehabis bekerja, hal lainnya yang didapat adalah bisa menambah income kita sebagai peternak.

Namun, yang terkadang yang jadi masalahnya adalah kurang matangnya rencana (apalagi buat mereka yang suka ikut-ikutan trend), pada akhirnya jangankan income yang didapat, malah justru sebaliknya gulung tikar.

Nah, berikut ini akan kami ulas secara singkat beberapa hal yang setidaknya harus anda rencanakan sebelum memutuskan untuk beternak. Tulisan ini juga sebelumnya sudah pernah dimuat di web omkicau yang ditulis oleh Om Angga owner Sekar Kencana Canary – SKC JGJ BF dengan alamat artikel: http://omkicau.com/2014/07/05/perencanaan-awal-sebelum-beternak-kenari/ , namun akan kami angkat kembali di sini untuk anda para pembaca Sekar Kencana Media.

1. Kenali dulu jenis Burung Kenari yang mau diternakkan:

Ini merupakan hal yang paling dasar, anda harus paham setidaknya soal jenis kenari yang mau anda ternakkan. Saat ini sudah banyak sekali jenis kenari yang berkembang, beberapanya seperti: jenis Lokal, AF, seri F baik dari YS, Lizard, dan lainnya. Anda bisa memilih salah satunya atau bisa menggabungkan dari berbagai jenis untuk dicoba ditangkarkan. Informasi tentang jenis kenari juga saat ini sudah sangat mudah anda akses via Internet, anda juga bisa mengecek berapa harganya.

Jika berbicara tentang prospek, tentu ini soal selera saja karena semua jenis kenari baik/bagus/prospek untuk diternakkan, sekarang tergantung dari pehamanan kita dahulu, lalu soal seberapa banyak budget yang kita siapkan serta apakah beternak kenari ini hanya sekedar dijadikan sampingan atau pekerjaan utama.

2. Pelajari pola perawatan harian & penanganan ketika sakit:

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah setelah membeli burung tapi masih bingung cara merawatanya, apalagi untuk jenis kenari yang bongsor seperti Yorkshire. Tentu ini akan fatal akibatnya mengingat harga kenari jenis ini tidaklah murah.

Hal ini biasanya terjadi karena antara nafsu belum seimbang dengan kemampuan/pengalaman merawatnya, apalagi untuk mereka yang suka “ikutan”, lihat teman atau tetangga sukses menangkarkan kenari bongsor kita ikut juga, padahal hasil akhirnya belum tentulah sama. Ketika burung tiba-tiba sakit bingung sendiri cara mengobatinya pakai apa, ketika burung sudah mau produksi bingung cara mengawinkannya, dan masih banyak hal lainnya.

Nah, tentu kita tidak mau dibuat repot sendiri, jadi ada baiknya sebelum membeli burung mulailah mencari informasi atau pengetahuan dasar tentang cara merawat harian, pola pakan, penanganan ketika sakit, proses beternaknya, cara mengawinkan, kebersihan dan lain-lainnya via internet karena tentu sudah banyak yang mengulasnya serta bisa diakses 24 jam nonstop.

3. Sesuaikan waktu & tenaga anda dengan jumlah kenari yang akan dirawat:

Biasanya ini terjadi pada mereka yang punya pekerjaan utama misal masih bekerja kantoran (beternak dijadikan sampingan), yang umumnya harus berangkat pagi lalu pulang sore, waktu mengurusnya semakin sempit, terkecuali ternakan tersebut ada pegawai yang mengurusnya.

Tapi, sebenarnya ini bukan jadi persoalan, asal kita sendiri bisa memahami kemampuan tenaga kita itu batasnya hanya mampu merawat berapa ekor. Tentu sangat sulit jika harus merawat sendiri (misal) sebanyak 30 ekor kenari sedangkan kita jam 7 atau jam 8 pagi sudah berangkat kerja, pulang sore jam 4 atau 5.

Pertanyaannya: Jam berapa anda mau ganti alas kotoran (koran) sebanyak 30 sangkar, belum lagi mengganti pakan, memandikan, menjemur, hal lainnya ? Tentu waktu pagi sangat terbatas apalagi bangunnya suka kesiangan, yang ada malah setengah hati mengerjakannya, dan akan terjadi prinsip “yang penting hidup aja”, jelas nanti hasilnya tidak akan maksimal.

Jika kita bisa merawat 5-10 ekor saja, tapi waktu & tenaga kita cukup serta mampu & kenari bisa terawat semua serta setelah dijalani produktif semua, tentu ini jauh lebih baik daripada banyak tapi hasilnya tidak seproduktif yang kita inginkan.

4. Mempersiapkan ruangan ternak:

Ruangan ternak adalah hal vital karena ruangan ini lah yang nantinya akan dipakai untuk produksi kenari yang akan diternakkan. Artinya, ruangan tersebut sudah dipilih & diperhatikan beberapa hal  penting yaitu mengenai sirkulasi udara, keamanan dari hewan pemangsa seperti tikus, kucing, ular & tangan jahil (maling), kemudahan mengeluarkan jika mau melakukan penjemuran serta kemudahan dalam hal kebersihan.

Ruangan Ternak Sekar Kencana Canary - SKC JGJ BF
Ruangan Ternak Sekar Kencana Canary – SKC JGJ BF

Kalau soal ukuran ruangan ternak, belum ada ukuran secara pastinya, tapi tentu kita bisa mengira-ngira yang secukupnya, tidak kekecilan atau kebesaran yang nanti malah merepotkan kita sendiri.

5. Menyiapkan dana untuk membeli materi indukan, sangkar, dllnya:

Setelah 4 hal awal tadi sudah kita pahami, selanjutnya kita sudah bisa menghitung/menyiapkan dana untuk memulai membeli materi ternakan yang kita mau. Tentu dana yang kita siapkan ini bukan dana utama (keperluan harian/bulanan). Karena ada baiknya dana yang dipergunakan untuk membeli materi ternakan haruslah dana yang sudah disisihkan diluar dari dana utama, agar tidak mengganggu keperluan harian rumahan/pribadi.

Harap sesuaikan antara  jumlah dan jenis kenari dengan banyaknya dana yang kita siapkan. Misal hanya ada 5 juta, artinya tidak mungkin memaksakan diri membeli YS pejantan, tapi mungkin bisa dengan 1 ekor pejantan F1YS dengan 2 ekor betina F1Ys, atau 2 ekor pejantan AF dengan 5 ekor betina AF, atau jenis lainnya yang sekiranya dengan uang 5 jt sudah bisa memulai beternak.

Tapi ingat, dari dana tersebut belum termasuk dana untuk membeli sangkar harian/ternak, pakan, jerami, aksesoris, lampu, dan lainnya. Jadi sebaiknya direncanakan terlebih dahulu apa saja yang mau dibeli, agar keuangan tidak membengkak dan keluar dari jalur.

6. Waktunya untuk membeli materi indukan, sangkar & keperluan lainnya:

Dalam bagian ini ada beberapa item yang setidaknya harus anda siapkan untuk dibeli:

  • Burung Kenari (Pejantan & Calon Indukan)
  • Sangkar Ternak/Harian (+ sangkar polier jika memang diperlukan)
  • Pakan Bijian
  • Aksesoris (cepuk pakan/minum, sarang & jerami, kerodong, dllnya)
  • Persiapan Obat, dll

Kita tetap mengacu pada seberapa banyak dana yang kita siapkan, waktu & tenaga untuk mengurus ternakan tersebut. Karena jika untuk awalan tentu tidak diperlukan jumlah kenari dalam jumlah yang banyak, setidaknya bisa dimulai dari 2-3 pasang kenari dulu (jika pakai sistem pasangan/monogami), atau bisa dengan 1 pejantan dengan 3-4 ekor calon indukan betina (sistem kawin cabut/poligami). Dan untuk jumlah sangkar/kerodong/dllnya juga bisa menyesuaikan dengan seberapa banyak kenari yang akan anda rawat.

Semoga bermanfaat… (*Sekar Kencana Media)

Related Post